14 August 2007

Mengenang Mas Wahyu

Adalah seorang pribadi yang aku kenal sebagai orang yang tekun, antusias pada tekhnologi, sederhana, penuh kreativitas, jarang mengumbar kata-kata, hanya pada hal-hal tertentu Ia semangat untuk berbicara atau tepatnya Ia lebih menyukai pembicaraan yang bersifat diskusi. Berdiskusi dengan Mas Wahyu sangat menyenangkan, mulai dari hal-hal ringan, sampai pada hal-hal yang lebih berat. Mas Wahyu yang aku kenal adalah seorang yang taat beragama tetapi Ia tak menonjolkan kehidupan religiusnya yang bersifat exhibitionist. Tampaknya Ia menikmati cara berketuhanan secara private. Mas Wahyu adalah Saudara, sahabat dan juga kawan. Banyak hal yang bisa saya dipelajari darinya.

Ketika mendengar Ia telah berjuang melawan sakit yang dideritanya aku tidak sempat bertemu hanya lewat blog kami bisa berdialog. Hingga ketika Ia menulis "Luka yang Menyadarkanku"
aku bisa sedikit merasakan kandisi bathinnya saat itu. Ia menghadapinya dengan tegar. Walau pada waktu itu saya dengar Ia harus melakukan cuci darah setiap minggu. Sebuah kondisi yang sangat memprihatinkan. Semua orang yang mengahadapi kenyataan seperti ini tentu tidak dengan mudah menghadapi. Dan Ia membagi pengalamannya untuk orang lain supaya dapat mengambil hikmahnya.

Hingga pada hari Senin jam 21.45 tanggal 13 Agustus 2007 saya mendapat kabar dari kawan di rumah bahwa Mas Wahyu telah meninggal dunia saat perjalanan ke Rumah Sakit. Sadar memang, bahwa semua orang pasti akan mengalaminya, tidak selamanya kita akan hidup tapi ketika kita ditinggalkan selamannya oleh seorang yang pernah berbagi, begadang bersama, diskusi bersama, belajar bersama, sungguh berat rasanya. Tulisan di Blog Mas Wahyu benar-benar menjadi dokumentasi yang berharga. Bukan hanya untuk Mas Wahyu sendiri.
Selamat Jalan Mas Wahyu..........