14 July 2009

Saya Warga Dunia

Sering kali bila saya menyimak online news di beberapa media di Indonesia seperti kompas, detik dll dan menyimak comment pada berita di bawahnya yang diisi oleh pembaca, dengan segera ketika termuat berita tentang sebuah prestasi atau peristiwa apapun dari negeri lain banyak tipikal comment yang cenderung membandingkan kondisi dengan Indonesia.

Sebagai contoh, berita seorang remaja AS umur 16 yang berlayar keliling dunia dengan kapal sendirian, kumudian comment menyusul "klo remaja indonesia bisanya tawuran", "mendingan duitnya buat kasih makan di Indonesia" dan lain-lainya. Ketika Korut uji coba rudal "Kapan pak SBY uji coba rudal", "kapan Indonesia seberani Korut". Relevankah tanggapan tadi? saya rasa tidak, hanya ekspresi emosional. Tak semuanya, tapi kebanyakan comment seperti tadi.

Mungkin ini sebuah bentuk ekspresi tentang kecintaan, nasionalisme, atau malah sebuah gejala depresi mental terhadap kondisi Indonesia yang tak kunjung membaik sehingga segala peristiwa dunia otak kita langsung memproses komparasi terhadap lingkungan tinggal kita. Saya juga orang yang tinggal di Indonesia dan warga negara Indonesia, tapi entah saya tak selalu ingin mengaitkan segala peristiwa dengan perspektif Indonesia baik secara sosial, politis apalagi psikologis kecuali jika relevan. Segala peristiwa yang terjadi di dunia adalah peristiwa manusia, dan saya berusaha selalu melihat dengan perspektif "Saya Adalah Warga Dunia".

0 Comments:

Post a Comment

<< Home